“sejenak ungkapan hati”

Teramat manis jika nyawa cinta memancung semua keluh ku
Memang benar cinta tak bisa berharap.

Ditengah padang kesepian itu aku berdiri
Mengharap telagamu menghilangkan semua kehausan hati.

Tak seindah fatamorgana yang ditawarkan impian
Selama perjalanan aku mengharap keluh dan peluh tak memberati punggungku.

Sudah kurasa cukup jika hatiku ini kenyang dengan khayalan cinta yang tak menentu
Aku yakin kata dewasa yang kusandang ini akan merubah paradigma
Bahkan mewujudkan kemustahilan yang terbungkam.

Kuharap setia didada akan terus bersemayam
Sampai sebuah janji akan hidup kembali dan merangkul kita.

Tapi sekali lagi ku katakan “cinta tak bisa berharap”
Jika realita menghadang seperti tembok yang menghalangi langkah sebuah perwujudan.

Mari bercinta…
Cinta yang didalam hati tak menimbulkan pekat
Cinta yang selama ini ada dalam genggaman prinsip kepatuhan atas kesucian yang tuhan syariatkan.

Terimakasih ku ucap atas “pelajaran moral bercinta”
Maaf kalau hitam ku telah menimbulkan goretan kekecewaan.

Aku sayang kamu
aku sayang cinta yang tuhan anugerahkan ini.

~ oleh dekur1989 di/pada Agustus 16, 2008.

Tinggalkan Balasan